Oleh: SIARSANA BALI | 8 Oktober 2010

MENGOLAH JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK SECARA CEPAT

Lahan pertanian di bali yang kian sempit menyebabkan pola prtanian yang berkembang cenderung intesif dan intergrasif. Populasi ternak di bali tergolong padat, bahkan untuk ternak sapi memiliki kepadatan yang tertinggi di indonesia, yakni sekitar 112 ekor per km2.

Dengan sempitnya pemilikan lahan merupakan tantangan untuk menyediakan pakan sebagai factor penting untuk pengembangan ternak. Jika penyediaan pakan hanya tergantung pada hijauan segar seperti rumput dan daun-daunan segar kedepan pengembangan ternak akan mengalami penghambatan karena keterbatasan lahan untuk pengembangan lahan.

Untuk pengembangan ternak ke epan kita tidak bisa hanya tergantung pada sumber hijauan konversional namun harus bisa memanfatkan sumber pakan alternatif lain yakni produk limbah pertanian yang jumlahnya cukup melimpah apalagi di daerah-daerah kering ketersediaan hijauan segar sulit diperoleh saat musim kemarau. Salah satu limbah pertanian yang produksinya besar adalah jerami terutama jerami padi di samping jerami jagung dan kacang-kacangan.

Meski produksi jerami melimpah tetapi memiliki kelemahan karena kandungan gizinya rendah demikian pula palatabilitas (kelezatan)-nya sehingga sapi yang hanya menerima pakan jerami yang tanpa diolah pertumbuhannya akan lambat bahkan bobot badannya bisa menurun atau jadi kurus. Untuk meningkatkan kandungan gizi jerami dan agar sapi lebih lahap menyantapnya dapat di lakukan dengan pengolahan diantaranya dengan fermentasi.

Cara Cepat

Ada beberapa metode dalam pengolahan jerami. Ada pengolahan secara fisik secara kimiawi dan secara biologis. Kini pengolahan secara biologis atau kombinasi secara biologis dengan cara kimiawi yang banyak di gunakan. Pengolahan secara biologis di lakukan dengan menggunakan mikroba baik microba lokal (MOL) atau mikroba inokulan.

Umumnya fermentasi bahan pakan di lakukan selama 1-2 minggu. Namun jika persediaan pakan sudah sangat terbatas atau bahkan petani sudah tidak memiliki stok pakan, kini pengolahan dapat di lakukan dengan cepat. Cara ini di lakukan dengan menggunakan cara biologis atau kombinasi cara biologis dengan cara kimiawi.

Tehnik pengolahan secara biologis yang cepat dapat di lakukan dengan menggunakan inokulan (fermentor) berupa mikroba yang fakulatif yaitu bias hidup tanpa oksigen atau dengan oksigen.

Probiotik bio cas mengandung beberapa jenis mikroba yang memecah beberapa serat kasar dan bersifat fakultatis. Sehingga probiotik bio-CAS di samping bisa digunakan secara langsung untuk menggenjot pertumbuhan sapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah termasuk jerami padi.

Untuk pengolahan jerami secara cepat di perlukan peralatan sedehana seperti ember, berukuran 20 liter – 50 liter atau lebih kedalam ember tersebut di masukkan air bersih seperti air dari mata air atau sumur yang jernih. Jika meggunakan air hujan. air sungai, atau air sumur yang kotor sebelum di gunakan harus di sterilisasikan yakni dengan pemanasan 70-1000 C agar seluruh mikroba yang ada di dalamnya mati. Kemudian didinginkan.

Ke dalam air tersebut di tambahkan gula merah atau molasis 10% x berat volume air (1kg gula untuk 10 liter air) dan urea 0,1% berat volume air garam atau 1 sendok makan per 10 liter air bahan-bahan tersebut di larutkan dalam air dan setelah masuk larutkan bioCas seanyak 0.5% x berta volume air 50 cc atau 10 sendok makan per 10 liter air inokulan bio CAS diaduk-aduk di dalam larutan selanjutnya wadah di tutup dan di biarkan selama 30 menit.

Kemudian jerami yang akan di olah diambil segenggam demi segenggam sambil di plintir lantas di celupkan kedalam larutan bio CAS 1-2 menit kemudian diperas agar cairannya tertuang kmbali kewadah.” Termuat dalam koran Tokoh ” Membangun dari Desa ” Tgl 3 Oktober 2010 halaman 9

KEMBALI KE HALAMAN UTAMA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: